Events Update
 

Testing Nama Event ERUDIO

Testing Nama Event ERUDIO

Pada hari Sabtu, 3 Desember 2016 Suar Artspace dan Erudio School of Art membuka METAMORFOSIS, sebuah pameran kolektif dari orangtua murid Erudio School of Art (ESoA). Pameran yang akan berlangsung selama dua minggu ini dikurasi oleh seniman Ika Vantiani dan menampilkan karya dari 15 partisipan, yaitu:

Aya Benarto | Barlie Ve | Bhavanti | Cassandra Massardi | Clara Caryati | Dewi Artiany | Devi Anas | Dyah Puspitasari | Edwin Adjisatryo | Endi Iskartiansyah | Melyati Wardiman | Rayi Soeharto | Resita Kuntjoro-Jakti | Yanesthi Hardini

METAMORFOSIS dapat dinikmati oleh umum tanpa pungutan biaya. Pameran akan berlangsung hingga 17 Desember, Senin-Sabtu pukul 09:00 – 17:00.

METAMORFOSIS merupakan kolaborasi kedua antara Suar dan Erudio, setelah pada bulan Maret tahun ini bekerja sama mengadakan pameran To Love You More yang juga melibatkan orangtua murid ESoA dan bertujuan untuk memperkenalkan dunia seni kepada kalangan non-seniman, dalam hal ini adalah orangtua para seniman muda itu sendiri.

Berdasarkan press rilis yang didapat oleh GOOGS, Bagi Ika Vantiani, meskipun masih membawa napas yang sama dengan pameran orangtua murid terdahulu, METAMORFOSIS tetap memiliki keunikan tersendiri. “Anak adalah alasan orang tua bermetamorfosis. Selama proses kurasi saya melihat banyak karya para orangtua ini yang sebenarnya terpengaruh dari anaknya, meski mungkin anaknya tidak merasa begitu,” ujar Ika. Ia juga menambahkan bahwa orangtua juga memiliki banyak sisi di luar posisi mereka sebagai ibu dan bapak dan proses pameran ini juga berhasil mengulik sisi tersebut. “Saya harap pameran ini juga bisa membuat anak-anak melihat orangtuanya sebagai manusia yang memiliki banyak sisi dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik – sama seperti mereka – karena metamorphosis memang tak mengenal usia, namun dilakukan atas nama cinta,” pungkas Ika.

Bagi Suar Artspace, kekuatan pameran ini adalah proses belajar orangtua yang bisa dibilang menjadi sebuah perjalanan spiritual untuk lebih menghargai seni dan kreativitas. “Pameran orangtua ini tidak mengejar kematangan karya, mengingat mayoritas orangtua toh tidak bekerja di industri kreatif. Yang kami utamakan adalah proses dan pengalaman berkarya, mudah-mudahan dari sini ada perubahan mindset yang lebih apreasiatif terhadap seni – di sini letak metamorfosis- nya,” ujar Nin Djani, juru bicara dari Suar. Nin juga menambahkan bahwa penyelenggaraan pameran ini sejalan dengan tujuan Suar untuk mendekatkan seni ke publik karena tidak ada kata terlambat untuk mempelajari dan menikmati seni.


Dapatkan informasi terbaru dari ERUDIO School of Art dengan Subcribe disini