ESoA News
 

Pelajar Pamer Karya di Erudio School of Art

Bagi siswa siswa Erudio School of Art, pameran adalah suatu hal yang biasa dan mereka wajib lakukan selama menuntut ilmu di ESoA. Salah satu pameran diadakan di dalam kegiatan MEFest

Mefest Clockwork adalah festival seni yang berisikan kegiatan lokakarya kriya, memperluas komunitas seni di Jakarta, dan menggelar galeri kolaboratif bagi generasi muda. Acara ini diadakan pada 27–28 November di Sekolah ESoA -Erudio School of Art di Jalan Lebak Bulus 1, Jakarta. Galeri seni ini diikuti oleh pelajar sekolah menengah hingga mahasiswa, mengundang sebanyak mungkin peserta untuk berkolaborasi. 

Clockwork adalah mekanisme yang terbentuk dari per dan gerigi-gerigi, digunakan untuk menjalani sebuah jam mekanik, mainan, atau perangkat lainnya. Ini adalah sebuah sistem yang membutuhkan setiap komponennya untuk berfungsi dengan baik atau sistem ini tidak akan bekerja sama sekali. Setiap gir diibaratkan sebagai individu yang unik, dan Clockwork itu sendiri seperti sebuah masa depan.

“Kami memilih tema clockwork di era Steampunk ini karena kami percaya era tersebut mungkin saja tidak ada dalam kenyataan, namun kreativitas, harapan, semangat, dan imajinasi kita tidak terbatas dan itu mengapa era di mana kita dapat mencapai segala yang terbaik mungkin saja terjadi di masa depan, seperti halnya sebuah clockwork, jika kita semua memfungsikan semua bagiannya.” ujar Ruqayyah Cetta Ramadhani, Ketua Panitia MeFest 2015.

Mengapa steampunk menjadi minat generasi terkini? Ruqayyah menjelaskan sekedar gambaran, steampunk merupakan sebuah aliran dari fiksi-sains yang menggabungkan era mesin uap sebagai tema dengan berbagai elemen fiksi dan fantasi.

Kepala Sekolah Erudio School of Art (ESoA) Marda Yuantika Haninggardjati, mengatakan sebagai sekolah setingkat SMU berbasis Art di Indonesia, ESoA selalu mendukung kegiatan anak didiknya, seperti MeFest yang diadakan tiap tahun dengan tema yang berbeda yang semuanya dilakukan oleh murid-murid itu sendiri dari pencarian tema,konsep acara, tempat, dan lainnya”

“Misi ESoA adalah agar anak dapat memahami proses belajar dengan baik, menjadikan belajar menjadi sebuah kebutuhan untuk pengembangan diri, dan secara tidak langsung menunjang perkembangan undustri kreatif di Indonesia dengan para talenta-talenta berbakat di dunia global”. tutup Marda.

Aflah Diandra dari Sekolah Morocco/dmis, kelas 9 di momen ini menampilkan karya “Hubungannya Assasin Creed dengan Steampunk”. Game assassin’s creed ini bertemakan steam punk karena senjatanya dan kota kotanya berdasarkan steam punk.

Fakta menarik Assassin’s creed itu bukan hanya game, ada novel juga, novel series assassin’s creed. Assassin’s Creed dapat dihasilkan berupa game sejarah yg menunjukan steam punk dan sebagainya, seperti jaman. Revolusi industri yang menciptakan banyak mesin dan mekanik untuk masa depan.

Di dalam game assassin’s creed, ada game seri baru di sebut game assassin’s creed syndicate. Game itu menunjukan gaya steam punk.

"Saya.juga membuat desain tatto yang terinspirasi dari game assasin’s creed. Saya harap desain tatto ini bisa menimbulkan memori akan era di zaman steampunk. Saya akan membagikan tatto yang saya cetak pada saat pameran berlangsung secara gratis," papar Aflah Diandra.

Farrel Mahaztra dari Sekolah Global Jaya menghasilkan karya Romeo (Act III, Scene I) yaitu sebuah Apologetic Steampunk Robot. Karya yang dibuat dengan medium cat minyak berukuran 40 cm x 50 cm Itu merupakan eksplorasi visual Farrel untuk tema itu dengan suasana yang ironi. Baginya, apa yang harus dilakukan dengan steampunk? tentunya dia ingin membuat sebuah gejala dari sebuah wacana steampunk. 

"Seperti Icarus yang mengenakan kostum untuk awan awan badai. Saya ingin merealisasikan sesuatu, merealisasikan imaji itu," paparnya.

Inisiasi ME (My Expression) Fest (Festival) adalah untuk menyediakan ruang kreatif untuk pemuda mengekspresikan ide, pikiran, dan perasaan mereka. Acara ini juga untuk pemuda yang sangat tertarik dengan seni tapi tidak mempunyai kesempatan yang cukup. Tidak banyak galeri kolaborasi untuk usia muda (remaja) yang terbuka untuk publik, maka dengan itu Mefest ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasakan pengalaman karya mereka dipajang di sebuah galeri.

Source : http://www.sinarharapan.co/news/read/151130016/pelajar-pamer-karya-di-erudio-school-of-art-




ESoA News Lainnya

Get the latest update of Erudio School of Art by subscribing here